PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan adalah salah satu proses manajemen terpenting dalam suatu
organisasi. Setiap pelaksanaan fungsi manajemen tidak lepas dari keputusan yang
diambil para manajer. Pembuatan keputusan dapat dikatakan kunci dalam setiap
kegiatan manajerial.
Proses pembuatan keputusan:
1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah;
2. Mengidentifikasi kriteria keputusan;
3. Mempertimbangkan kriteria;
4. Mengembangkan alternatif;
5. Membandingkan dan mengevaluasi semua
alternatif pemecahan;
6. Menilai resikonya;
7. Memilih alternatif terbaik;
8. Mengimplementasikan keputusan;
9. Mengevaluasi hasil-hasil keputusan.
Pembuatan keputusan dapat didefinisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatan untuk
mencapai hasil yang diinginkan. embuatan keputusan tidak hanya dilakukan oleh
manajer puncak, tetapi juga para manajer menengah dan lini pertama. Manajer
akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan
situasi yang ada.
Ada dua jenis tipe keputusan yaitu:
1.
keputusan-keputusan
yang diprogam
2.
keputusan-keputusan
yang tidaj diprogam
Ada 4 gaya dalam pengambilan keputusan Yaitu: gaya mengarahkan;
gaya analitis; gaya konseptual; gaya perilaku. Pembuatan suatu keputusan
diwarnai sejumlah hambatan mental yang menghampiri semua manusia termasuk para
manajer, diantara hambatan tersebut ada
empat hambatan mental yang sering muncul, yaitu: penyakit Hamlet; dorongan
berlebihan; kecemasan memikirkan akibat; berdiam diri.
Berbagai tindakan jika keputusan gagal dilaksanakan: menyadari;
melangkah mundur; mengganti; mengubah. Apabila kita tidak mampu memecahkan
keputusan dalam pelaksanaan maka tentu saja kita tidak harus menyalahkan diri
sendiri. Cara terbaik untuk memperoleh jalan keluar adalah berkonsultasi.
Penyebab terjadinya kesulitan disaat kita harus mengambil
keputusan dan melaksanakan keputusan bisa disebabkan oleh hal-hal lain yang
berasal dari luar kemampuan kita sebagai pengambil keputusan. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya
kesulitan ketika mengambil keputusan adalah: kurang lengkapnya informasi
dan data yang kita perlukan; kesulitan menggunakan tolok ukur; munculnya tujuan
ganda; adanya lebih dari satu orang yang berwenang mengambil keputusan.
Kunci pokok keberhasilan pencapaian tujuan organisasi terdapat
pada manusia-manusia yang terlibat didalammya. Menurut Brincloe (1983), seperti
dikutip oleh Salusu (1996), menyatakan bahwa organisasi dapat berbuat lebih
baik dalam mencapai tujuan, apabila, perhatian lebih banyak diberikan kepada
manusia dalam organisasi, seperti dalam pembuatan keputusan.
Ada empat teknik dalam pembuatan keputusan yaitu:
1.
Teknik curah pendapat temu muka
2.
Teknik kelompok nominal
3.
Teknik Delphi
4.
Teknik curah pendapat elektronik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar