Selasa, 18 Desember 2012


Pengorganisasian

A.  Definisi
Pengorganisasian merupakan fungsi perencanaan manajerial, Pengorganisasian dilaksanakan dengan kesadaran yang sama, baik dalam lingkungan internal maupun lingkungan eksternal organisasi. Pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen dapat diartikan sebagai suatu sistem kerjasama sekelompok orang yang dilakukan sengan pembidangan dan pembagian seluruh pekerjaan atau tugas, dengan membentuk sejumlah satuan kerja yang menghimpun pekerjaan sejenis dalam satu unit kerja.
Dalam ranka mengimplementasikan dan mengembangkan kerjasama antar karyawan, organisasi membutuhkan aktualisasi dasar-dasar pengorganisasian secara intensif, dasar-dasar tersebut adalah sebagai berikut
1.      Asas keterjelasan tujuan
a.       Menterjemahkan Visi
b.      Penentuan Volume kerja dan beban kerja
2.      Dasar Pembagian Kerja Sebagai Jaringan Kerja
a.       Jejaring kerja internal
b.      Jejaring kerja Eksternal
c.       Pembagian kerja secara tuntas
d.      Menghindari anggota mementingkan unit kerja sendiri
e.       Dinamika Pekerjaan
3.      Dasar Kesatuan Perintah
a.       Pucuk pimpinan yang memiliki pimpinan unit kerja sebagai bawahannya, harus memberikan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pokoknya.
b.      Pimpinan yang pandai memberikan sebagian wewenangnya akan mampu meningkatkan perasaan ikut memiliki bawahannya (sense of responsibility) dan kehendak untuk ikut berpartisipasi (sense of participation).
c.       Jika pemimpin berhalangan maka tugas dan tanggungjawab akan tetap berjalan karena pengelolaan wewenang yang telah berjalan baik.
4.      Asas Fleksibelitas Organisasi
5.      Asas Fungsionalitas
a.       Fungsi Pelayanan Kepada Masyarakat
b.      Funsi Inovasi dan Pengembangan
c.       Fungsi Responsif
d.      Fungsi Produktivitas
e.       Fungsi Prediktif

B.  Macam-Macam Organisasi
     Lima bagan organisasi yaitu :
1.      Segi tiga vertical
2.      Harizontal
3.      Kerucut-Vertikal-Horizontal
4.      LinOkran dan/atau setengah lingkaran
5.      Bulat telur

C.  Langkah-langkah pengorganisasian
1.      Rencanakan organisasi berdasarkan tujuan
2.      Tentukan tugas-tugas utama dan sub tugas dan bagilah pekerjaan secara keseluruhan menjadi berbagai aktivitas yang secara logis dapat dilakukan oleh seorang karyawan.
3.      Alokasi sumber daya untuk melaksanakan tugas
4.      Evaluasi hasil dan strategi pembentukan organisasi perusahaan
D.    Bentuk Struktur Organisasi
       Tiga unsur utama terdirinya organisasi
1.      Terdiri dari sekumpulan orang
2.      Yang bersepakat dalam satu kelompok
3.      Bersepakat untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu
E.     Struktur Organisasi formal
Menjelaskan adanya interaksi otoritas yang tegas dan hubungan struktural di dalam sebuah organisasi.
F.      Tipe Struktur Organisasi
       Tipe struktur organisasi yang sesuai ditentukan oleh sifat pekerjaan yang dilakukan dan kondisi tempat organisasi tersebut beroperasi. Struktur harus di desain untuk mendukung identifikasi dan penyelesaian pekerjaan dan meningkatkan kemampuan karyawan untuk bekerjasama.
a.       Organisasi Lini
b.      Organisasi Lini dan Staf
c.       Organisasi Fungsional
d.      Organisasi Lini, Staf dan Fungsional
e.       Organisasi Komite
f.       Organisasi Proyek dan Matriks
G.    Kelompok Kerja Formal
3 Tipe Kelompok Kerja formal
a.       Kesatuan tugas Khusus
b.      Panitia Tetap
c.       Panitia Ad-hoc
H.    Organisasi Formal dan Non Formal
I.       perubahan Sturktur Organisasi dan maslahnya
Dalam perkembangan di era pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi telah banyak mengubah kegiatan organisasi. Sebagian dari merka tumbuh karena permintaan hasil produksinya meningkat tajam sementara perusahaan lainya terus menambah jumlah karyawannya karena perusahaannya terus melebarkan sayapnya kesetiap kabupaten. Sebaliknya, ketika pertumbuhan ekonomi tumbuh negative atau tejadi kerusuhan politik yang mempengaruhi kehidupan ekonomi menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat sehingga banyak perusahaan kehilangan kesempatan menjual produksinya.
J.       Alasan Organisasi Merubah Strukturnya
Sejumlah faktor yang memaksa organisasi merubah struktur organisasinya tentu tidak boleh diabaikan. Apabila organisasi memang harus melakukan perubahan maka ia harus melakukannya. Produk yang sudah kurang diminati harus segera dimodifikasi. Pelayanan yang kurang memuaskan harus segera ditingkatkan hingga keluhan.tidak terjadi lagi.
Koordinasi merupakan suatu proses menghubungkan atau mengintegrasikan bagian-bagian dalam organisasi dapat dicapai dengan efektif. Melalui koordinasi menjadikan pihak manajemen mengharapkan adanya sinergi antar bagian organisasi. Koordinasi mengandung makna sebagai aktivitas untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja setiap unit/satuan kerja yang menjadi kontribusinya masing-masing dalam mencapai tujuan koordinasi. Tujuan koordinasi adalah
1)      mengarahkan dan mengintegrasikan semua ide, gagasan, aktivitas dan perilaku ke arah tercapainya tujuan,
2)      mengarahkan keterampilan spesialisasi yang dimiliki setiap karyawan kepada tujuan
3)      menghindari kesenjangan, kekosongan, dan tumpang tindih pekerjaan
4)      menghindari penyimpangan tugas dari tujuan.
Implementasi koordinasi sebagai asas pengkoordinasian bisa dilaksanakan secara formal, antara lain dalam bentuk rapat, lokakarya, kelompok kerja dan lain-lain. Pengkoordinasian merupakan pengaturan struktur organisasi sebagai kegiatan pembidangan dan pembagian pekerjaan. Untuk meraih koordinasi yang efektif tidaklah mudah sebab dengan terspesialisasinya pekerjaan akan mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan akan koordinasi.
Asas dan Sifat Koordinasi
Asas koordinasi adalah asas hierarki yang berarti setiap atasan atau koordinator  harus melakukan koordinasi pada bawahan langsungnya. Jadi, koordinasi tersebut dilaksanakan berdasarkan berbagai jenjang kekuasaan yang berbeda-beda dan tanggung jawab yang disesuaikan dengan jenjang tersebut.
Syarat-Syarat
koordinasi setidaknya memiliki :
1.    Perasaan untuk bekerja sama dan menjadikan koordinasi sebagai dari usaha memperlancar penyelesaian pekerjaan, bukan untuk memerintahkan atau memberi intruksi orang per orang.
2.    Rasa saling menghargai, terutama ketika atasan memberikan pengarahan kepada karyawannya dalam rangka koordinasi.
3.    Semangat bersaing secara sehat dengan memanfaatkan sistem koordinasi mereka masing-masing bagian untuk berlomba mencapai tujuan dengan lebih baik dan cepat.
Tipe-tipe Koordinasi
Dalam praktek manajemen ada dua tipe koordinasi, yaitu:
1.      Koordinasi vertikal
2.      Koordinasi horizontal
Pedoman Melakukan koordinasi
1.      Berilah penjelasan dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami tujuan dilakukannya koordinasi.
2.      Jelaskan bahwa koordinasi adalah sebagai tujuan bersama, bukan kepentingan orang per orang
3.      Berilah kesempatan kepada setiap orang memberikan ide, saran, dan bertukar pikiran ketika pimpinan sedang melakukan koordinasi
4.      Doronglah mereka untuk aktif terus selama koordinasi dilakukan
5.      Binalah hubungan yang baik antara atasan dengan bawahan dan antar sesame bawahan
6.      Gunakan lebih banyak komunikasi informal daripada komunikasi formal untuk mencari dukungan partisipasi bawahan dan pihak-pihak lain yang diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan

Penyesuaian kebutuhan koordinasi
1.      Porsi dasar koordinasi
2.      Meningkatkan Daya Potensi Koordinasi
3.      Mengurangi kebutuhan Koordinasi
Mengatur Konflik dalam koordinasi
Beberapa penyebab utama terjadinya konflik dalam proses koordinasi
1.      Keterbatasan Sumber Daya
2.      Ketidakjelasan Tanggung Jawab dan Wewenang
3.      Ganguan Komunikasi
4.      Masalah Kepribadian
5.      Membanggakan Unit Kerjanya Secara berlebihan
6.      Penyimpangan Tujuan
Organisasi dan sangat membutuhkan sistem rentang kendali yang dianutnya. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan kemampuan, pengetahuan, perhatian dan waktu yang dimiliki seseorang, apalagi ia berperan sebagai seorang manajer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar